Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data baru mengungkapkan bahwa pengaturan penggajian yang rumit memaksa 46% perusahaan global untuk meniadakan perekrutan internasional, sehingga meningkatkan tekanan untuk merombak strategi SDM.

JAKARTA, Indonesia, 16 April, 2026 /PRNewswire/ — Kini bisnis menghadapi ekonomi global yang semakin kompleks dalam upaya mencapai pertumbuhan. Remote, platform SDM global terkemuka, membagikan data baru yang menyoroti tantangan spesifik yang menghambat pertumbuhan bisnis. Meningkatnya biaya hidup, meningkatnya permintaan akan transparansi gaji, dan kompleksitas seputar penggajian internasional merupakan hambatan signifikan yang menekan bisnis untuk meninjau kembali strategi retensi mereka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekurangan tenaga kerja terampil dapat merugikan bisnis. Laporan Tenaga Kerja Global terbaru dari Remote, berdasarkan survei terhadap 3.650 pimpinan SDM di seluruh dunia, menemukan bahwa dalam 12 bulan terakhir, 72% bisnis gagal mencapai tujuan utamanya karena mereka tidak dapat menemukan tenaga kerja yang tepat. Akibatnya, perusahaan-perusahaan dengan cepat mengembangkan tenaga kerja global mereka. Rata-rata perusahaan kerah putih saat ini mempekerjakan talenta di 4 negara atau lebih, dan para pemimpin SDM memperkirakan angka ini akan tumbuh tajam pada tahun 2026 untuk berekspansi ke pasar baru.

Tenaga kerja terampil adalah fondasi dari setiap bisnis yang berkembang. Selain merekrut tenaga kerja, perusahaan juga harus mampu mempertahankan talenta terbaik agar dapat berkembang. Namun, hanya 62% pimpinan bisnis dan SDM di seluruh dunia yang menilai kinerja dan proses pengembangan perusahaan mereka sebagai sangat baik dalam mendukung retensi karyawan. Jumlah ini kurang dari dua pertiga bisnis yang disurvei.

Menutup celah tenaga kerja dan transparansi

Salah satu cara untuk mempertahankan tenaga kerja adalah dengan membangun kepercayaan. Riset dari Remote menunjukkan bahwa peningkatan biaya hidup adalah masalah utama yang dihadapi karyawan hari ini. Dalam setahun terakhir, 82% pimpinan SDM mengalami peningkatan tekanan dari karyawan untuk kenaikan gaji. Meskipun kenaikan gaji dan bonus sebagian besar bergantung pada kinerja bisnis, perusahaan juga dapat membangun kepercayaan dan mempertahankan staf melalui transparansi gaji. Transparansi ini membantu karyawan mengatasi kekhawatiran tentang biaya hidup dengan percaya diri. Laporan tersebut menunjukkan bahwa tiga dari empat (77%) pimpinan bisnis percaya bahwa peningkatan transparansi gaji menciptakan budaya yang lebih sehat dan lebih adil.

Mengatasi hambatan penggajian dan ekspansi

Saat perusahaan berupaya mengembangkan tenaga kerja global mereka, proses penggajian yang kompleks dapat memperlambat pertumbuhan internasional. Data Remote menunjukkan bahwa masalah dalam pengaturan penggajian memaksa 46% bisnis untuk meniadakan perekrutan karyawan dari luar negeri. Selain itu, hampir sepertiga (30%) bisnis lokal melihat pengaturan penggajian mereka saat ini sebagai risiko aktif.

Selain itu, sepertiga (33%) menghadapi persyaratan keamanan dan perlindungan data yang ketat, dan 30% kesulitan untuk mematuhi peraturan di berbagai lokasi. Mengelola terlalu banyak alat dan vendor yang tidak terhubung dalam proses penggajian juga merupakan tantangan bagi 31% responden global.

"Mengandalkan proses manual yang terfragmentasi untuk penggajian internasional membuat perusahaan yang sedang berkembang terpapar risiko yang tidak perlu dan memperlambat momentum mereka," kata Barry Flanagan, Wakil Presiden Penggajian di Remote. "Perangkat lunak penggajian otomatis memberikan dukungan yang dibutuhkan bisnis untuk berkembang lintas batas secara berkelanjutan." Ketika Anda menggabungkan penggajian yang andal dengan komitmen tulus terhadap transparansi pembayaran, Anda membangun fondasi kepercayaan yang kuat. Karyawan yang tahu bahwa mereka akan dibayar secara akurat dan tepat waktu akan bertahan lebih lama dan mendorong kemajuan bisnis."

Laporan Tenaga Kerja Global didasarkan pada survei internasional dengan lebih dari 3.600 pimpinan bisnis dari perusahaan di 10 negara, termasuk Singapura, AS, Inggris Raya, Jerman, Prancis, Belanda, Swedia, Spanyol, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.

Anda dapat mengakses dan mengunduh Laporan Tenaga Kerja Remote di sini.

Metodologi
Penelitian ini dilaksanakan oleh Censuswide atas nama Remote pada Agustus 2025 dan didasarkan pada wawancara dengan 3.650 pimpinan bisnis dan SDM (tingkat direktur dan di atasnya) yang memiliki tanggung jawab pengambilan keputusan untuk perekrutan staf di seluruh Inggris Raya, AS, Jerman, Prancis, Belanda, Spanyol, Australia, Singapura, dan Korea Selatan.

Tentang Remote:

Calon karyawan berbakat ada di mana-mana—yang seharusnya diimbangi dengan peluang. Misi Remote adalah menciptakan peluang di mana pun dengan membuat perusahaan mudah menemukan, mengelola, dan membayar tim di mana saja. Didirikan pada tahun 2019 oleh Job van der Voort dan Marcelo Lebre, Remote menggabungkan keahlian lokal yang mendalam dengan platform terpadu yang dibangun untuk kepatuhan, keamanan, dan kemudahan penggunaan. Remote didukung oleh berbagai investor terkemuka yang meliputi SoftBank, Accel, Sequoia, Index Ventures, Two Sigma Ventures, General Catalyst, dan B Capital.

Berita Terkait

Xinhua Silk Road: Model Kemitraan yang Digagas Hunan Buka Jalur Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Afrika
GONEO Percepat Ekspansi Global dengan Memperluas Kehadiran di Berbagai Pameran Industri Terkemuka
CGTN: Memasuki Usia 25 Tahun, SCO Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Regional
RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”
Campaign Connect Indonesia 2026 Bahas Pertumbuhan, AI, dan Peran Baru Pemimpin Pemasaran
Haier Biomedical Pamerkan Solusi Automated Biostorage dan Connected Pharma di ISPE Singapore 2026
Eksekutif Global KUKA Kunjungi Centron, Bahas Kerja Sama Teknis dalam Bidang Manufaktur Perakitan Cerdas
TUMI HADIRKAN KOLEKSI MUSIM GUGUR/MUSIM DINGIN 2026 LEWAT KAMPANYE YANG MENYOROTI PERJALANAN LANDO NORRIS MENUJU PUNCAK KESUKSESAN

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:44 WIB

Xinhua Silk Road: Model Kemitraan yang Digagas Hunan Buka Jalur Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Afrika

Rabu, 2 September 2026 - 14:04 WIB

GONEO Percepat Ekspansi Global dengan Memperluas Kehadiran di Berbagai Pameran Industri Terkemuka

Rabu, 2 September 2026 - 13:18 WIB

CGTN: Memasuki Usia 25 Tahun, SCO Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Regional

Rabu, 2 September 2026 - 06:54 WIB

RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”

Rabu, 2 September 2026 - 03:00 WIB

Campaign Connect Indonesia 2026 Bahas Pertumbuhan, AI, dan Peran Baru Pemimpin Pemasaran

Berita Terbaru

Pers Rilis

RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”

Rabu, 2 Sep 2026 - 06:54 WIB