Tidak Potensi atau Potensi Minimum, Inilah Daftar Lengkap 6 BUMN yang akan Dilikuidasi atau Dibubarkan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Juni 2024 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Perusahaan Pengelola Aset

PT Perusahaan Pengelola Aset

HAIBISNIS.COM – PT Danareksa (Persero) mengungkapkan dari 21 BUMN dan satu anak usaha BUMN berstatus titip kelola yang sedang ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Hanya 4 perusahaan yang memiliki peluang kembali bangkit dan 6 perusahaan yang kemungkinan berpeluang untuk dihentikan.

Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (24/6/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yadi Jaya Ruchandi menyampaikan terkait sebsnyak 6 perusahaan BUMN yang kemungkinan berpeluang untuk dihentikan.

“Yang potensi operasi minimum itu sebetulnya more than likely itu akan kita setop.”

“Apakah nanti melalui likuidasi atau lewat pembubaran BUMN. Sebetulnya ujungnya ke sana,” ujarnya.

Adapun keenam perusahaan yang masuk dalam kategori potensi operasi minimum antara lain:

1. PT Indah Karya (Persero)
2. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
3. PT Amarta Karya (Persero)

4. PT Barata Indonesia (Persero)
5. PT. Varuna Tirta Prakasya (Persero).
6. PT Semen Kupang.

4 BUMN Memiliki Peluang Bangkit Kembali

“Dari 21 BUMN plus satu yang disampaikan kepada kita, yang sekarang ada istilahnya ada peluang cuma empat perusahaan,” ujar Yadi Jaya Ruchandi

Adapun keempat perusahaan yang memiliki peluang untuk kembali bangkit tersebut yakni:

1. Persero Batam
2. PT Boma Bisma Indra (Persero) atau BBI.

3. PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB
4. PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI.

“BBI sebagai BUMN manufaktur itu pun karena adanya peluang dari larangan dan pembatasan (lartas) impor dari Kementerian Perindustrian.”

“Yang membuat industri manufaktur dalam negeri bisa mendapatkan demand-nya kembali.”

“Karena selama ini kita kalah bersaing dari negara-negara sekitar di mana orang semuanya impor dan tidak membuatnya di dalam negeri,” kata Yadi Jaya Ruchandi.

Galangan Kapal Secara Demand Sangat Bagus

Sedangkan untuk galangan kapal yakni Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan IKI secara demand sangat bagus, karena memang Indonesia adalah negara maritim.

“Ke depannya peluang mereka untuk bangkit kembali sangat tinggi.”

“Makanya ini istilahnya mempunyai peluang untuk kita melakukan scaling up.”

“Karena memang dari BUMN-BUMN sekitarnya seperti Pelni, ASDP, bahkan Pertamina.”

“Itu semua memerlukan servis yang diadakan oleh Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan IKI.”

“Sebagai gambaran, sekarang galangan kapal untuk melakukan operasi hampir setiap pekan penuh terus kapasitasnya.”

“Jadi sebetulnya kita punya kesempatan untuk menambah lagi fasilitas produksi untuk mereka,” katanya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Minergi.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Adilmakmur.co.id dan Aktuil.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Ekosistem Promedia Dorong 24jamnews.com Jadi Rumah Baru Media Lokal
Bobby Rasyidin Nahkodai PT KAI, Bawa Misi Transformasi Transportasi Nasional
Pemerintah RI Pastikan Pasokan Beras Aman, Tindak Tegas Oknum Nakal
Pesan Mentan Amran di Unhas: Mimpi Besar, Kerja Keras, Tak Gentar
Kasus EDC BRI Tunjukkan Sisi Gelap Digitalisasi Perbankan RI
Panas! Liana Saputri Resmi Pimpin Ekspansi KFC Indonesia
Wilmar Group Disita Rp11,8 Triliun, Publik Sorot Jejak Bisnis Sawit
Laba Harita Naik, Dividen Mengalir, Karbon Terkikis

Berita Terkait

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:19 WIB

Ekosistem Promedia Dorong 24jamnews.com Jadi Rumah Baru Media Lokal

Rabu, 13 Agustus 2025 - 09:21 WIB

Bobby Rasyidin Nahkodai PT KAI, Bawa Misi Transformasi Transportasi Nasional

Kamis, 17 Juli 2025 - 07:41 WIB

Pemerintah RI Pastikan Pasokan Beras Aman, Tindak Tegas Oknum Nakal

Selasa, 15 Juli 2025 - 08:58 WIB

Pesan Mentan Amran di Unhas: Mimpi Besar, Kerja Keras, Tak Gentar

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:40 WIB

Kasus EDC BRI Tunjukkan Sisi Gelap Digitalisasi Perbankan RI

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB